Salah satu karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikannya kepada umat Islam adalah tidak adanya perbedaan bahwa sumber utama dalam hukum dan sikap hidup kita adalah al-Qur`an dan as-Sunnah. Ketika Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam wafat, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyempurnakan ajaran agama ini, seperti disebutkan dalam
Tentang sifat mereka pun dijelaskan di dalam hadits Sahl bin Sa'd radhiallahu 'anhu, dari Nabi Shalallahu 'Alaihi Wassalam, dia berkata, "Pasti ada 70.000 orang dari ummatku atau 700.000 orang (salah seorang periwayat hadits ini ragu) akan masuk surga orang pertama di antara mereka, tidak memasukinya sebelum masuk pula orang terakhir dari mereka.
Kandunganblog ini daripada buku "Empat puluh Hadits tentang Peristiwa Akhir Zaman" disusun Ustadz Abu Ali Al-Banjari An-Nadwi, menyebutkan tanda-tanda hari Qiamat yang sekarang ini telah dan sedang kita rasakan, bahkan berdebaran jantung dunia senantiasa akan dikejutkan oleh peristiwa-peristiwa ganjil yang akan datang silih berganti ..
Demikian hadits dan ayat Al-Qur'an menjelaskan betapa dahsyatnya doa yang dipanjatkan oleh mereka yang terzalimi dan teraniaya orang lain. Bahkan dalam salah satu riwayat Imam Ahmad menyebutkan, doa orang yang terzalimi tetap dikabulkan dan didengar Allah SWT sekalipun orang yang teraniaya adalah orang yang kafir. Hadits-hadits mengenai ini
MAKALAHFIQIH DAN USHUL FIQIH (Hukum Syara' Dan Unsur-Unsur Nya) Dosen Pembimbing: Sholeh Hasan M.pd.i MAKALAH HADITS TUJUH MACAM DOSA BESAR. MAKALAH HADITS TUJUH MACAM DOSA BESAR DI SUSUN OLEH : 1. AHMAD SUSKADI NIM : 01300222501 2. MAKALAH PEMIKIRAN KALAM AL JABARIYAH. MAKALAH PEMIKIRAN KALAM AL JABARIYAH DI SUSUN OLEH KELOMPOK II 1.
Hadits manusia tempat salah dan lupa adalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah. Hadits ini berbunyi: “Setiap anak cucu Adam (manusia) pasti melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah yang mau beristighfar (memohon ampun) kepada Allah.”
iklim geografis, tempat tinggal, adat istiadat, dan segala sesuatu yang tampak dalam alam kehidupan yang senantiasa berkembang sepanjang masa. Lingkungan Pendidikan Islam Salah satu sistem yang memungkinkan proses kependidikan Islam berlangsung secara konsisten dan berkesinambungan dalam rangka mencapai tujuannya adalah
Menjaga keselamatan jiwa adalah hal utama. · Sen 19 Syawal 1442H. Islam merupakan agama yang sempurna. Islam mengatur segala hal yang membawa kemaslahatan bagi manusia dan mencegah berbagai hal yang membahayakan. Di antara misi utama yang dibawa oleh agama Islam adalah menjaga lima perkara yang sangat mendasar, yaitu: Menjaga Agama; Menjaga Jiwa;
Kunci jawaban PAI dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas 7 Kurikulum Merdeka halaman 91 - 92. Rajin Berlatih. I. Pilih jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) pada huruf A, B, C, atau D. 3. Rosyid melaksanakan Salat Zuhur. Namun ia lupa tidak melakukan tasyahud awal. Sebelum salam ia melakukan sujud sahwi.
Ibnu Abdil Bar dan Abdul Haq telah menguatkan bahwa hadits tersebut mauquf dalam Ahkamul Wushtha: 4/127 dan Al Mundziri dalam Targhib waTarhib dan Ibnu Abdil Hadi dalam At Tanqih: 2/498. Baca juga Hasyiyatu Muhaqqiqi Sunan Ibnu Majah: 4/303. Hadits kedua: Hadits Abi Ramlah dari Mukhnaf bin Salim sebagai hadits marfu’, yaitu;
2Abq.
KEDUDUKAN HADITS “SESUATU YANG HALAL YANG PALING DIBENCI ALLAH ADALAH TALAK”Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-UtsaiminPertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya Bagaimana kedudukan hadits “Sesuatu yang halal yang paling dibenci Allah adalah talak?Jawaban Hadits tersebut dhaif dan makna hadits secara akal tidak bisa diterima, sebab tidak mungkin ada perbuatan atau sesuatu yang halal dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala. Akan tetapi secara umum Allah tidak menyukai seseorang mentalak isterinya, oleh sebab itu hukum asal talak adalah makruh. Adapun dalil yang menunjukkan bahwa Allah tidak menyukai talak adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang masalah orang yang meng-ilaa يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ ۖ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ﴿٢٢٦﴾وَإِنْ عَزَمُوا الطَّلَاقَ فَإِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ“Kepada orang-orang yang meng-ilaa’ isterinya diberi tangguh empat bulan lamanya. Kemudian jika mereka kembali kepada isterinya, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan jika mereka berazam bertetap hati untuk talak, maka sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui” [Al-Baqarah/2 226-227]Dalam masalah kembali dari perbuatan ilaa’ tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman “Kemudian jika mereka kembali kepada isterinya, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dan pada waktu mereka berniat memilih jalan talak, maka Allah berfirman “Dan jika mereka berazam bertetap hati untuk talak, maka sesunngguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak suka terhadap orang yang memilih jalan talak daripada kembali menyambung tali pernikahan.[Durus wa Fatawa Haramul Makky Syaikh Utsaimin, juz 3/260][Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah lil Mar’atil Muslimah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerjemah Zaenal Abidin Syamsudin Lc, Penerbit Darul Haq] Home /A9. Fiqih Ibadah6 Nikah.../Kedudukan Hadits Sesuatu Yang...
Salam cerdas….. Manusia adalah makhluk yang sering lupa dan sering berbuat kesalahan. “Al-Insanu mahallul khatā wa an-nisyan.” Demikian bunyi sebuah hadis yang artinya, “manusia itu tempatnya salah dan lupa.” Dalam hadis yang lain, Rasulullah saw. bersabda, “Kullu Bani Adama khataun wa khairul khata at-taibuna.” Setiap keturunan Adam as. pasti melakukan kesalahan, dan orang yang baik adalah yang kembali dari kesalahan/dosa. Berdasarkan kedua hadis tersebut, manusia memiliki sifat dan karakter yang sering berbuat kesalahan dan lupa. Artinya, tidak ada seorang pun yang terbebas dari kesalahan dan lupa. Namun demikian, tidaklah benar jika dikatakan bahwa tidak mengapa seseorang melakukan kesalahan dengan dalih bahwa hal tersebut merupakan sifat manusia. Sebagai seorang yang beriman, kita dituntut untuk selalu melakukan refleksi dan perenungan terhadap apa yang telah kita perbuat. Ketika seseorang terlanjur melakukan kesalahan, bersegeralah ia untuk kembali ke jalan yang benar dengan bertaubat dan tidak mengulanginya lagi. Demikian pula sifat lupa, ia kadang menjadi sebuah nikmat dan juga bencana. Lupa bisa menjadi nikmat manakala seseorang terlupa dengan kejadian sedih yang pernah menimpanya. Dapat dibayangkan, betapa sengsaranya jika seseorang tidak dapat melupakan kisah sedih yang pernah dialaminya! Lupa juga dapat menjadi bencana, yaitu ketika dengan lupa tersebut mengakibatkan kecerobohan dan kerusakan. Banyak di antara manusia karena lupa melakukan sesuatu mengakibatkan ia melakukan kesalahan yang dapat merugikan dirinya dan orang lain. Demikian artikel tentang Hadits Rasulullah Saw. tentang Sifat dan Karakter Manusia yang Sering Berbuat Kesalahan dan Lupa, semoga berkah dan selalu bermanfaat. Salam cerdas…..