Persahabatanyang tulus terjadi karena hati, bukan karena pamrih akan sesuatu. Misal karena ketenaran atau harta Ada take and give. Saling memberi dan menerima. Kerelaan menasihati dan dinasihati. Mendoakan dan didoakan. Mau berkorban. Seorang sahabat yang baik menyediakan dirinya bagi sahabatnya baik waktu, pikiran, dan tenaga. Sahabatsejati adalah orang yang mengetahui segala sesuatu tentang kita dan mengasihi kita seutuhnya. Seorang anak muda menyebut sahabat semacam itu sebagai "seseorang yang selalu setia bersama Anda setelah ia menjadi teman Anda." Sahabat sejati adalah seseorang yang di hadapannya kita dapat tampil apa adanya tanpa takut terjadi kesalahpahaman. IlustrasiKhotbah Budianto Sianturi Sabtu, 02 November 2013 Persahabatan Sejati persahabatan Sejati Ada dua orang pria yang bersahabat. Mereka bernama Albert Durer dan Hans. Mereka ingin sekali masuk ke sekolah seni lukis dan pahat. Masalahnya, mereka tidak mempunyai uang. Kemudian Hans mempunyai ide untuk mengatasi masalah tersebut. ct27. persahabatan Sejati Ada dua orang pria yang bersahabat. Mereka bernama Albert Durer dan Hans. Mereka ingin sekali masuk ke sekolah seni lukis dan pahat. Masalahnya, mereka tidak mempunyai uang. Kemudian Hans mempunyai ide untuk mengatasi masalah tersebut. Hans akan bekerja untuk membiayai kuliah Albert. Nanti setelah Albert lulus dan menjadi pelukis, maka Albert yang akan membiayai kuliah Hans. Hans bekerja sebagai kuli bangunan. Lalu Albert masuk ke sekolah seni lukis dan pahat. Tahun demi tahun pun berlalu. Akhirnya Albert lulus dari sekolahnya. Dengan penuh semangat, ia pergi ke rumah Hans. Ketika tiba di rumah Hans, ia mengetuk pintu berulangkali, namun tidak ada jawabannya. Lalu Albert mengintip dari jendela. Apa yang dilihatnya? Ternyata Hans sedang berlutut. Kedua belah tangan sahabatnya itu mengarah ke atas. Hans sedang berdoa sambil menangis “Oh Tuhan, tanganku ini. Tanganku sudah menjadi kaku dan kasar. Tanganku sudah tidak bisa dipakai untuk melukis. Biarlah Albert saja yang menjadi pelukis.” Ternyata pekerjaan Hans sebagai seorang kuli bangunan telah membuat tangannya menjadi kaku dan kasar. Ia tidak mungkin menjadi pelukis lagi. Apa yang dilakukan Hans ini tentunya tidak bisa dilupakan Albert seumur hidupnya. Itulah sebabnya, Albert mengabadikan kasih dan pengorbanan sahabatnya ini dengan membuat suatu lukisan yang diberi nama “Tangan Berdoa” atau Praying Hand yang sangat terkenal itu. Saudara-saudara, tentunya kita ingin memiliki sahabat seperti Hans. Seorang sahabat yang penuh kasih dan rela berkorban bagi kita. Mungkin kita juga ingin supaya kita menjadi sahabat yang terbaik bagi sahabat kita. Persahabatan antara Albert dan Hans adalah satu dari sekian banyak contoh persahabatan sejati yang kita dambakan. Namun, bagaimana caranya agar persahabatan ini dapat kita miliki? Persahabatan sejati membutuhkan dasar yang kokoh. Itulah sebabnya, kita perlu tahu bahwa persahabatan sejati dalam hidup orang percaya adalah persahabatan yang berdasarkan kasih dan kesetiaan. Saudara-saudara, perikop yang baru saja kita baca ini juga merupakan kisah persahabatan sejati dalam Alkitab. Kisah ini mirip dengan persahabatan Daud dan Yonatan di 1 Samuel 181-. . Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Yakobus 44 Di dalam Matius 619-24, Yesus menggunakan tiga perumpamaan untuk mengajarkan banyak orang di atas gunung untuk mengumpulkan harta di surga, untuk tetap dikotori dunia, dan untuk melayani Allah, bukan mamon atau kekayaan. Biang keladi paling umum yang membuat kita tersesat dari pengajaran-pengajaran ini adalah uang. Apabila kita bekerja terlampau keras untuk mengumpulkan uang di bumi, kita dapat melupakan untuk mengumpulkan harta di surga. Apabila kita cinta uang, hidup kita akan menjadi gelap, karena “akar segala kejahatan ialah cinta uang” 1Tim. 610. Apabila mencari uang adalah tujuan hidup kita, maka kita akan menjadi hamba uang, bukannya hamba Allah. Namun uang bukan satu-satunya hal yang dapat menyesatkan kita. Hal-hal lain bersifat lebih samar, dan karenanya tidak mudah melihatnya sebagai “tuan”. Kita mungkin tidak cinta uang atau dunia; mungkin kita hanya sekedar menikmati hak milik kita, seperti mobil mewah, rumah yang besar, atau pakaian bermerk. Namun, persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah ref. Yak. 44. Bersahabat dengan dunia menandakan keterikatan dengan dunia dan hal-hal di dalamnya. Keterikatan ini akan mengakibatkan kita kehilangan pandangan pada kerajaan surga. Apabila kita mulai memikirkan hak milik duniawi lebih banyak daripada Allah, pandangan rohani kita akan dikaburkan dan kita akan tersesat di dunia ini, menjadi hamba mamon tanpa kita sadari. Bagaimana kita dapat menjadi sahabat Allah, dan bukan sahabat dunia? Alkitab menjelaskan bahwa Abraham disebut sebagai sahabat Allah, karena kebenarannya Yak. 223; Kej. 156; Yes. 418. Begitu juga, kita dapat membangun persahabatan dengan Allah melalui kebenaran. Apabila kita membersihkan tangan dan menyucikan hati kita, maka kita dapat mendekat kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepada kita ref. Yak. 48. Apabila kita menjadi sahabat Allah, dunia akan kehilangan daya tariknya, dan kita akan dapat melihat Allah dengan lebih jelas dan melayani-Nya dengan setia.