940 Wong kabéh mau nuli dikon metu déning Rasul Pétrus. Rasul Pétrus nuli jéngkéng ndedonga. Sawisé mengkono Rasul Pétrus nuli nyedhaki layoné Dhorkas karo ngandika: ”Tabita, tangia!” Dhorkas nuli melék, bareng weruh Rasul Pétrus, Dhorkas nuli tangi. 9:41 Rasul Pétrus nyekel tangané, nulungi Dhorkas enggoné ngadeg.
KajianTentang Kisah Para Sahabat Nabi dalam Meraih Surga – Kitab Ahsanul Bayan. 1. Kisah pada hadits Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu. 2. Kisah pada hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu. Kejujuran dalam mengejar surga dari para sahabat Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. 1. Kisah Atha bin Abi Rabah. 2.
KisahPara Rasul 8:26-40 Sampai ke ujung bumi. Judul: Sampai ke ujung bumi Kalau kita membaca ulang Kis. 1:8, maka kita akan mendapati bahwa Injil harus disebarkan mulai dari Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi. Itu
KisahPara Rasul 4:32-37, Khotbah Kisah Para Rasul 4:32-37, Renungan Kisah Para Rasul 4:32-37, Tafsiran Kisah Para Rasul 4:32-37 Bahan Khotbah Minggu, 26 Juli 2015 Pdt. Alokasih Gulo, M.Si [1] 4:42 Datanglah seseorang dari Baal-Salisa dengan membawa bagi abdi Allah roti hulu hasil, yaitu dua puluh roti jelai serta gandum baru dalam sebuah
KisahPara Rasul Pasal 10:1-48. 10:1. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia. 10:2 Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah. 10:3 Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas
KesaksianFilipus kepada seorang pejabat Etiopia dituntun oleh malaikat Allah. Dalam mimpinya, ia disuruh malaikat Tuhan ke arah Selatan untuk menyusuri jalan sunyi dari Yerusalem ke Gaza (26). Di sana ia akan bertemu seorang pejabat tinggi negara Etiopia yang sedang membaca tentang syair Hamba TUHAN dalam Kitab Yesaya.
Renungan/ Khotbah Kisah Para Rasul 10:34-43, Minggu 20 April 2014 (Paskah) (1 Korintus 15 : 55) Bacaan : Mazmur118 : 1-2, 14 – 24 (Antiphonal); Khotbah : Kisah Para Rasul10 : 34-43. Thema : Sungguh Yesus telah Bangkit, Beritakanlah Kis 10: 38-40). Tuhan Yesus telah menyatakan diriNya kepada Murid-muridNya lebih 500 orang
KisahPara Rasul 8: 26: “Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: ‘Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.’. Jalan itu jalan yang sunyi”. Tuhan memberi petunjuk kepada Filipus untuk pergi ke sebelah selatan, ke jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.
Metodeyang digunakan dalam penelitian literatur ini adalah deskriptif dan interpretasi teks pada Kisah Para Rasul 6-13 yang berkaitan dengan kepemimpnan Kristen. 6:10; 7:55), memiliki motivasi yang benar terhadap pelayanan (Kis. 8:38-40), kepedulian pada jemaat (Kis. 9:32), mampu bekerjasama (Kis. 11:23-26), setia terhadap panggilannya
Ulangan9:6-14; Kisah Para Rasul 10:1-8 : Sabtu, 26 Februari: Ulangan 9:15-24; Lukas 10:21-24 : Minggu, 27 Februari: Keluaran 40:16-38; Kisah Para Rasul 16:35-40 : Selasa, 31 Mei: 2Tawarikh 5:2-14; Kisah Para Rasul 26:19-29 : Rabu, 1 Juni: Yehezkiel 3:12-21; Lukas 9:18-27
XexYP. Malaikat Tuhan berkata kepada Filipus, “Bersiap-siaplah dan pergilah ke arah selatan, ke jalan yang menghubungkan Yerusalem dengan Gaza.” Jalan itu tidak digunakan lagi. Lalu Filipus pun berangkat. Seorang sida-sida dari Etiopia sedang dalam perjalanan pulang ke negerinya. Dia seorang pegawai tinggi yang bertanggungjawab atas kekayaan Kandake, ratu negeri Etiopia. Pegawai itu pergi ke Yerusalem untuk menyembah Allah dan sekarang dia dalam perjalanan pulang. Dia duduk di dalam kereta kudanya, sambil membaca kitab Nabi Yesaya. Roh Allah berkata kepada Filipus, “Pergi dekati kereta kuda itu.” Filipus segera pergi menghampiri kereta kuda itu, lalu mendengar pegawai tinggi itu sedang membaca kitab Nabi Yesaya. Filipus bertanya kepadanya, “Adakah tuan memahami apa yang tuan baca?” Pegawai tinggi itu menjawab, “Bagaimana saya boleh faham jika tidak ada orang yang menerangkannya?” Lalu dia mengajak Filipus menaiki kereta kudanya dan duduk dengan dia. Inilah ayat-ayat yang dibacanya, “Dia seperti domba yang digiring untuk disembelih; seperti anak domba yang tidak mengembik ketika bulunya digunting; demikianlah Dia tidak berkata sepatah pun. Dia dihina dan diperlakukan dengan tidak adil. Nyawanya dicabut dari muka bumi, sehingga tiada seorang pun dapat menceritakan keturunannya.” Pegawai tinggi itu berkata kepada Filipus, “Tolong beritahu, siapakah yang dimaksudkan oleh nabi itu? Dirinya sendiri atau orang lain?” Lalu Filipus mula berkata-kata. Melalui ayat-ayat itu Filipus memberitahu dia Berita Baik tentang Yesus. Dalam perjalanan, mereka sampai ke suatu tempat yang berair. Pegawai itu berkata, “Lihatlah, di sini ada air. Adakah sebab yang menghalang saya dibaptis?” [ Filipus berkata, “Tuan boleh dibaptis, asal sahaja tuan percaya kepada Yesus dengan sepenuh hati.” Pegawai tinggi itu menjawab, “Saya percaya bahawa Yesus Kristus Anak Allah.”] Lalu pegawai itu memberikan perintah supaya kereta kudanya dihentikan. Kemudian Filipus dan pegawai itu turun ke dalam air dan Filipus membaptis dia. Apabila mereka keluar dari air, Roh Tuhan mengambil Filipus dari situ. Pegawai tinggi itu tidak nampak dia lagi, lalu meneruskan perjalanan dengan sukacita. Filipus mendapati dirinya di Asdod. Dia meneruskan perjalanan sambil mengkhabarkan Berita Baik tentang Yesus di semua bandar sehingga dia tiba di Kaisarea.
Bapa/Ibu/Sdr/i yang kekasih, kalau kita melihat nats ini, maka kita menemukan satu tokoh yang bernama Filipus sedang diutus oleh Tuhan untuk melayani satu jiwa yakni Sida Sida Ethiopia”. Sida Sida ini adalah bendahara negeri ethiopia yang baru saja turun dari Yerusalem dimana ia beribadah kepada Tuhan. Sedangkan Filipus adalah seorang hamba Tuhan yang baru saja menyelesaikan pelayanan kebangunan rohani di Samaria. Ada banyak jiwa yang dimenangkan untuk Kristus disana. Namun jumlah banyak yang diselamatkan oleh Tuhan melalui pemberitaan Filipus, tidaklah menjadi suatu ukuran yang mutlak untuk karya penyelamatan Allah. Tuhan malah mengutus Filipus kepada satu jiwa yang sedang dalam perjalanan pulang dengan melewati padang gurun yang panas. Banyak orang berfikir bahwa Tuhan selalu ingin mencapai banyak jiwa, tapi itu keliru, karena bagi Tuhan satu jiwapun berharga di mataNya. Tuhan Yesus mengatakan apabila ada satu orang yang bertobat di muka bumi ini, maka ada banyak malaikat di sorga bersorak-sorak memuji Allah. Jadi walaupun ada satu jiwa yang perlu diselamatkan menurut rencana Tuhan, maka Tuhan sanggup mengirim orang untuk melayani. Tuhan mengutus Filipus untuk melayani satu jiwa ini walaupun tidak ada yang melihat Sida Sida ini. Bapa/Ibu/Sdr/i Dalam pelayanan Filipus kepada Sida Sida ini, kita dapat melihat ada hal yang sangat penting untuk penyelamatan. Yang pertama, keselamatan jiwa seseorang adalah insiatif dari Tuhan. Tuhan mempunyai rencana untuk menyelamatkan Sida Sida Ethiopia ini tidak pernah terpikirkan oleh Filipus. Filipus sedang memfokuskan dirinya untuk memberikan bimbingan kepada ribuan orang yang baru mengalami jamahan Tuhan di Samaria. Mereka baru saja dipersatukan dalam gereja baru yang dimulai Filipus. Tapi malaikat Tuhan memimpin Filipus kepada jalan yang tidak pernah ia sangka. Di suatu tempat yang panas, tandus, jarang orang lewat disitu, dan tempat dimana banyak petualang-petualang yang lewat. Anehnya Tuhan memperhatikan ada seorang yang sedang membaca kitab nabi Yesaya dan sedang bertanya-tanya dalam hatinya mengenai arti dari ayat yang sedang dibacanya itu. Bapa/Ibu/Sdr/i Inisiatif Allah adalah awal dari tindakan penyelamatan Sida Sida ini. Tidak ada seorang manusiapun yang merencanakan keselamatan untuk manusia, tapi Allah secara pribadi yang merencanakannya. Betapa bahagianya Sida Sida di Ethiopia ini. Bapa/Ibu/Sdr/i yang kekasih, begitu juga dengan kita, kita sudah diselamatkan oleh Kristus, maka kita harus menyadari bahwa Tuhanlah yang penuh kasih telah merencanakan keselamatan jiwa kita ini. Tidak ada seorang manusiapun dalam dunia ini merencanakan keselamatan kita. Keselamtan jiwa kita tidak direncanakan oleh pendeta, tidak oleh penginjil, tidak oleh saudara kita yang sudah percaya, juga tidak oleh malaikat, semuanya adalah inisiatif dari Allah. Inisiatif yang paling besar adalah bahwa Yesus telah mengorbankan diriNya di kayu salib sehingga kita mengalami penebusan dari dosa. Tanpa salib Kristus, yakni inisiatif awal, maka kita berada dalam kebinasaan. Sebab itu haruslah kita mengucap syukur kepada Tuhan untuk kasih dan perhatianNya kepada kita. Melalui pengorbananNya di kayu salib, semua orang berdosa telah dimasukkan kedalam agenda penyelamatanNya. Tidak seorangpun Ia inginkan binasa. Kasih Allah akan terbukti dalam kehidupan bapa/Ibu/sdr/I ketika bapa/Ibu/sdr/I menerima karya penyelamatan itu. Pada suatu hari, ada seorang budak perempuan yang cantik dibawa oleh tuannya untuk dilelang di pasar budak di salah satu kota di India. Melihat pemudi yang cantik ini, maka datanglah anak-anak muda berduyun-duyun untuk membelinya. Kemudian pengusaha pelelangan ini mulai menawarkan kepada orang banyak yang hadir disitu. Setiap pemuda menawarkan bayaran yang tinggi untuk pemudi yang cantik ini. Mereka saling bersaing dalam membanting harga yang tinggi-tinggi. Sehingga di pasar lelang ini begitu riuh dengan persaingan harga untuk membeli budak yang cantik. Tiba-tiba muncul seorang tua yang peot dan kumal menawarkan harga yang begitu tinggi sehingga tidak seorangpun yang dapat menyainginya lagi. Lalu budak yang cantik harus menjadi budak si bapak tua ini. Namun perempuan ini merasa geli dan tidak rela mengikutinya. Kemudian bapak tua ini datang kepada perempuan ini, lalu ia mengatakan, “anakku, janganlah engkau takut, aku telah membelimu dengan harga yang tinggi supaya engkau dapat hidup dengan bebas, engkau tidak usah mengikuti aku dan menjadi budakku. Lalu bapak tua ini merobek dokumen hak memiliki budak di tangannya dan membiarkan perempuan ini pergi dengan bebas. Melihat apa yang dilakukan oleh bapak tua ini, perempuan ini menangis dan terharu, lalu perempuan ini mengatakan, pak, biarkanlah aku mengikut bapak dan aku mau melayani bapak sebagai bapaku dan bukan sebagai tuan, karena bapak telah membebaskan aku dari perbudakan. Pengorbanan Yesus menunjukan bahwa kita telah lunas dibayar dan kita masuk dalam agenda keselamatan yang dirancang oleh Tuhan, tetapi apakah benar bapa/Ibu/sdr/I sudah menerima keselamatan itu atau sudah sekian lama ikut Tuhan masih ada diantara saudara yang ragu. Kalau masih ada keraguan diantara daudara maka malam ini adalah waktunya untuk saudara datang kepada Tuhan dan terimalah anugerah Tuhan dengan ucapan syukur. Yang kedua, Tuhanlah yang mengusahakan jalan untuk penyelamatan itu. Dalam Allah berinisiatif untuk penyelamatan Sida Sida, Allah jugalah yang mempersiapkan orang yang akan melayani. Allah tidak panggil Paulus atau Petrus, atau Silas untuk pergi mengunjungi Sida Sida, tapi Ia mengutus Filipus, padahal waktu itu Filipus sedang sibuk dengan pelayanan di Samaria dan kemudian dikunjungi oleh Petrus dan Yohanes. Hal ini berarti bahwa Allah menggunakan juga cara Allah sendiri untuk membawa penyelamatan. Untuk Sida Sida, Allah tidak menggunakan kebangunan rohani besar-besaran di lapangan terbuka, tapi ia dilayani oleh Filipus secara pribadi. Dengan cara Allah ini maka Filipus dapat memenangkan Sida Sida ini dengan baik. Jadi dalam bagian pertama, keselamatan jiwa itu ada dalam peranan Allah, sedangkan bagian yang kedua, adalah peranan Allah dan hamba Tuhan yang diutus. Bapa/Ibu/Sdr/i yang kekasih, Tuhanlah yang mengusahakan juga penyelamatan jiwa kita. Ia mengirim hamba-hamba Tuhan untuk memberitakan injil kepada bapa/Ibu/sdr/I ditempat ini. Allah mengirim seseorang yang tertentu untuk melayani bapa/Ibu/sdr/I. Allah menggunakan caraNya sendiri untuk itu. Tidak seorang manusiapun yang mengertinya. Ada berbagai cara Allah mengadakan tindakan penyelamatan, mungkin itu melalui penginjilan pribadi, kebangunan rohani seperti malam ini, atau melalui berita Injil di radio, televisi, atau melalui suatu peristiwa yang besar. Semuanya itu digunakan oleh Allah secara khusus untuk maksud penyelamatan. Penyelamatan itu dapat terjadi dalam waktu singkat ataupun dalam jangka waktu yang lama. Semuanya itu ada dalam rencana Tuhan. Dan malam ini juga merupakan jalan Tuhan untuk menyampaikan berita ini kepada bapa/Ibu/sdr/I. Yang ketiga, Tuhan melihat hati dari seseorang yang mau sungguh-sungguh mengenal kebenaran. Disini kita melihat walaupun Allah itu berperan dengan Filipus untuk maksud penyelamatan, kesungguhan Sida Sida itu juga menentukan keselamatannya. Jadi Allah tidak melakukan penyelamatan secara sepihak atau dengan cara paksa, tapi Allah juga mau supaya mereka yang mau diselamatkan itu mengambil bagian didalamnya yakni memiliki hati yang mau mendengar dan memberi respons. Ketika Filipus menjelaskan kebenaran Firman Allah kepada Sida Sida, maka ada respons yang baik. Ia mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Bahkan Sida Sida menyerahkan dirinya untuk dibaptis oleh Filipus dalam perjalanannya. Jadi dalam penyelamatan, ada bagian yang dikerjakan oleh Allah, oleh hamba Tuhan dan oleh si pendengar Firman. Bapa/Ibu/Sdr/i yang kekasih, dalam tindakan penyelamatan Allah kepada kita, Tuhan juga menantikan dan menunggu jawaban kita yang positif. Ia ingin kesungguhan hati kita untuk menerima, dan bukan dengan paksaan. Jadi setiap orang yang mendengar Injil, ia harus memberikan jawaban atau respons dengan sukacita, ia tidak perlu dirayu, dibujuk, disuap, atau dengan cara berkompromi dengan dosa-dosanya supaya ia menerima Yesus, tapi dengan segala senang hati dan sukarela memberikan jawaban yang pasti. Ketika Injil diberitakan, maka Allah menanti dan mananti apa jawaban kita. Seperti dalam kitab Wahyu 320, yang mengatakan “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok, jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku akan makan bersama-sama dengan dia, dan dia bersama-sama dengan Aku”. Sebab itu bukalah hatimu apabila Tuhan mengetuk hatimu untuk masuk. Biarkanlah Ia bertakhta dan menjadi Tuhan dalam kehidupanmu, sehingga Ia memimpin hidupmu kepada air kehidupan. Apabila seseorang menerima Yesus Kristus dalam kehidupannya, maka ia mendapatkan keselamatan jiwa sesuai dengan janji yang telah diucapkanNya. Yang keempat, Tuhan yang harus dipermuliakan dan bukan hamba Tuhan yang melayani. Dalam pelayanan Filipus kepada Sida Sida, Allah menunjukkan bahwa yang patut menerima kemuliaan itu adalah Dia sendiri. Setelah Sida Sida dibaptis, tiba-tiba Filipus lenyap dari pandangan Sida Sida, hingga ia tidak sempat mengucapkan terima kasih kepada Filipus. Filipuspun tidak sempat menerima pujian dan syukur itu dari Sida Sida, sehingga segala pujian itu diberikan kepada Tuhan. Filipus dilarikan oleh Tuhan ke tempat lain yang sedang menantikan pelayanannya. Bapa/Ibu/Sdr/i yang kekasih, dalam tindakan penyelamatan melalui hamba-hamba Tuhan, maka pujian dan syukur itu harus dipersembahkan kepadaNya. Jiwa kita yang sudah diselamatkan adalah milik Yesus dan bukan milik hamba Tuhan atau milik sesuatu gereja. Jadi berikanlah syukur kepadaNya dan persembahkanlah hidupmu bagi Yesus. Kita harus beribadah kepada Allah dengan setia dan membangun iman kita dari hari ke hari. Kita juga dapat membagikan keselamatan itu kepada orang-orang di sekitar kita kalau kita digerakkan oleh Tuhan untuk bersaksi. Kita tidak boleh tinggal diam, kalau Tuhan menunjukkan jiwa-jiwa yang lain, kita juga harus memiliki beban untuk mereka. Keselamatan itu adalah untuk semua orang, untuk keluarga kita, untuk teman-teman kita, untuk mereka di jalanan, untuk mereka yang jauh dari kita. Ada seorang yang sedang relax di tepi kapal pesiar untuk liburan dan kebetulan sedang berada di tengah-tengah laut. Tiba-tiba salah satu penumpangnya terjatuh ke laut. Dalam kapal tersebut kebetulan ada orang-orang kenamaan yang melihat kejadian itu lalu berusaha menolong orang kecebur ke laut. Orang pertama, Moralist ketika ia melihat orang kaya itu tercebur, langsung ia mengambil tasnya dan mengeluarkan sebuah buku yang menulis mengenai bagaimana caranya berenang. Lalu ia berteriak Sekarang saudaraku, ambil buku ini dan bacalah bagaimana caranya berenang dan ikutilah instruksi buku ini maka anda akan selamat. Orang di dekat si Moralist ini adalah seorang yang IDEALIST. Tiba-tiba ia terjun ke laut dan berenang-renang di sekitar orang kaya yang sedang semaput, lalu ia berteriak, saudaraku, sekarang anda lihat bagaimana cara saya berenang dan ikuti saya, maka kamu akan selamat dan tidak tenggelam. Orang yang di sebelahnya, kebetulan seorang majelis dari sebuah gereja, ia melihat orang yang sedang tenggelam itu dan timbul belas kasihan, lalu ia berteriak, saudaraku, bertahan saja, pertolongan segera datang, kami akan mengadakan rapat komite dan membicarakan masalahmu, nanti setelah kami selesai rapat dan setuju dengan dana untuk pengeluaran, kami akan menyelesaikan persoalanmu. Mereka pikir orang kecebur ini mau bunuh diri. Orang di sebelah anggota gereja ini adalah seorang yang Positive Thinking, lalu ia bergegas mau menolong, dan ia berteriak Saudaraku, keadaanmu tidak seburuk yang kau pikir, jangan takut, berpikirlah positif bahwa di sekelilingmu itu tidak ada air, kering saja. Akhirnya ada seorang Realist, orang yang terakhir di kapal itu, orang ini langsung terjun ke laut dan dengan penuh resiko, ia menarik orang tersebut dan menyelamatkannya. Bapa/ibu/sdr/I setelah saudara terima Yesus maka berikanlah waktumu, tenagamu, doamu dan yang lain-lain dengan segalah pengorbanan sebagaimana orang yang realistis tadi, untuk menunjang pemberitaan Injil di dunia yang gelap ini. Makin banyak orang diselamatkan, maka makin besar juga pujian dan syukur dipanjatkan bagi Allah di sorga. Jadi, saudara saudara yang kekasih, kita dapat belajar dari keempat hal ini. Allah berinisiatif untuk penyelamatan, Allah bertindak memakai hamba-hamba Tuhan, dan Allah menanti respons atau jawaban dari pendengar. Marilah kita bersyukur kepadaNya yang begitu mempedulikan kita khususnya untuk menyelamatkan kita. Maka kita juga yakin bahwa Tuhan mempunyai rencana penyelamatan bagi semua orang karena korbanNya di salib untuk semua orang, dan juga Ia mempunyai caraNya sendiri untuk melakukannya. Pertama, kalau kita sudah diselamatkan oleh Kristus, maka kita harus menyadari bahwa Tuhanlah yang penuh kasih telah merencanakan keselamatan jiwa kita ini. Dua, Tuhanlah yang mengusahakan juga penyelamatan jiwa kita. Tiga, dalam tindakan penyelamatan Allah kepada kita, Tuhan juga menantikan dan menunggu jawaban kita yang positif. Empat, dalam tindakan penyelamatan melalui hamba-hamba Tuhan, maka pujian dan syukur itu harus dipersembahkan kepadaNya.
GambarPhilip New Testament figure teaching the gospel to an Ethiopian as they ride in a chariot. Another man is pictured driving the horses and chariot. A lake or river can be seen beside of the road they are riding on. Scriptural Reference Acts 826-39 Filipus adalah seorang misionaris yang antusias dan setia yang pergi ke padang gurun atas perintah Tuhan. Roh menuntun Filipus kepada seorang pria Etiopia yang membaca tulisan suci dalam keretanya. Ketika Filipus bertanya apakah orang itu memahami apa yang dia baca, dia menjawab, “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Kisah Para Rasul 831. Karena Filipus memahami dan mencintai tulisan suci, dia mampu mengajari orang Etiopia tersebut mengenai Yesus Kristus dengan cara yang membuat orang tersebut percaya dan dibaptiskan. Sewaktu Anda menelaah Kisah Para Rasul 826–40, renungkan bagaimana Anda dapat menggunakan tulisan suci untuk membantu orang lain percaya kepada Yesus Kristus dan datang kepada-Nya. Menggunakan perkataan dari para nabi modern. Para nabi modern sering menggunakan kisah-kisah dari tulisan suci untuk mengajarkan asas dan doktrin yang dapat dipelajari dari kisah-kisah ini. Ajaklah siswa untuk menelaah perkataan para nabi modern untuk mengidentifikasi dan memahami doktrin serta asas-asas dari tulisan suci dan belajar cara menerapkan kebenaran-kebenaran ini dalam kehidupan mereka sendiri. Persiapan siswa Ajaklah siswa untuk memikirkan alat atau keterampilan rohani yang telah membantu mereka tumbuh lebih kuat dalam Injil. Mereka akan memiliki kesempatan untuk berbagi gagasan mereka selama pelajaran. Kemungkinan Kegiatan Pemelajaran Menggunakan alat yang tepat Pertimbangkan untuk membawa palu atau obeng ke kelas atau tunjukkan gambar-gambar ini. Ajaklah seorang siswa untuk memperagakan penggunaan alat tersebut dengan benar. Kemudian tanyakan kepada siswa apa yang mungkin terjadi jika mereka mencoba menghantam paku atau memasukkan sekrup tanpa alat-alat tersebut. Menggunakan alat yang tepat dapat membantu Anda membuat atau memperbaiki barang dengan lebih cepat dan mudah. Bayangkan betapa sulitnya membuat atau memperbaiki barang tanpa alat yang benar. Pertimbangkan kegunaan alat-alat berikut. GambarCombination Wrench english Pada saat apa alat-alat ini berguna? Bagaimana Anda dapat menggunakannya dengan efektif? Dengan cara yang sama, alat dan keterampilan tertentu dapat digunakan untuk membangun dan memperbaiki hasrat kita untuk mengikuti Juruselamat dan mengamalkan Injil-Nya. Sewaktu siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut, imbaulah mereka untuk mengingat kembali gagasan-gagasan dari persiapan pelajaran mereka. Pastikan agar kegiatan berbagi tidak memakan waktu terlalu banyak. Apa saja alat atau keterampilan rohani yang telah membantu Anda tumbuh dalam Injil? Bagaimana Anda dapat menggunakan alat-alat ini untuk mengundang orang lain datang kepada Juruselamat? Salah satu alat ini adalah kemampuan kita untuk memahami dan menggunakan tulisan suci, terutama sewaktu tulisan suci tersebut mengajar dan bersaksi tentang Yesus Kristus. Renungkan sejenak betapa Anda nyaman menggunakan tulisan suci untuk mengundang orang lain datang kepada Yesus Kristus. Sewaktu Anda menelaah pelajaran ini, upayakanlah bimbingan melalui Roh Kudus untuk mengetahui bagaimana Anda dapat menggunakan tulisan suci dengan lebih baik untuk membantu membawa orang lain kepada Juruselamat. Filipus dipanggil ke padang gurun Kisah Para Rasul 8 mencatat beberapa pengalaman Filipus, salah seorang dari ketujuh saudara yang dipanggil pada pemberian pelayanan oleh para Rasul lihat Kisah Para Rasul 63–6. Untuk lolos dari penganiayaan yang kian marak di Yerusalem, Filipus melakukan perjalanan ke Samaria untuk melanjutkan berbagi Injil. Melalui imamat, dia melakukan mukjizat, menyembuhkan banyak orang, dan “memberitakan Mesias kepada orang-orang” lihat Kisah Para Rasul 85–8. Sewaktu Anda menelaah kisah berikut, carilah alat-alat yang Filipus gunakan untuk berhasil dalam tugas tak terduga yang dia terima dari Tuhan. Jika beberapa siswa kesulitan membaca sendirian blok tulisan suci yang panjang, pertimbangkan untuk membacakan ayat-ayat berikut dengan lantang bersama anggota kelas atau secara berpasangan. Bacalah Kisah Para Rasul 826–39, dan visualisasikan peristiwa-peristiwa yang diuraikan dalam kisah ini. Anda mungkin ingin menandai kata-kata dan frasa-frasa yang bermakna bagi Anda. Perhatikan bahwa sida-sida adalah hamba yang dipercaya. Ajaklah beberapa siswa untuk berbagi kata dan frasa yang telah mereka tandai serta bagaimana itu membantu mereka mengenali pelajaran dalam kisah tersebut. Pertimbangkan untuk mengajukan beberapa dari pertanyaan berikut guna menolong memperdalam pemahaman mereka. Anda mungkin ingin menuliskan atau meminta siswa menuliskan di papan tulis pelajaran yang mereka identifikasi. Dengan cara apa Tuhan membimbing Filipus? Mengapa penting untuk mengikuti dorongan dari Tuhan sewaktu kita berusaha untuk membantu orang lain datang kepada-Nya? Bagaimana Filipus dapat menggunakan pengetahuannya tentang tulisan suci untuk mengajari orang Etiopia tersebut mengenai Yesus Kristus? Pelajaran apa yang menonjol bagi Anda dalam kisah ini? Di antara banyak kebenaran dalam kisah ini, Anda mungkin telah mengidentifikasi sebuah asas seperti yang berikut Ketika kita memahami tulisan suci dan mengajar darinya mengenai Juruselamat, kita dapat membantu orang lain datang kepada-Nya. Berdasarkan kebutuhan siswa, kegiatan berikut dapat digantikan dengan kegiatan pemelajaran tambahan mengenai bagaimana Filipus menanggapi dorongan dari Roh. Menggunakan tulisan suci untuk mengajarkan tentang Yesus Kristus Ketika orang Etiopia tersebut bertanya apakah tulisan suci yang dia baca adalah mengenai Nabi Yesaya atau “orang lain,” perhatikan bahwa pengetahuan Filipus tentang tulisan suci membuat dia mampu langsung memulai “dari nas [atau ayat] itu [dan] memberitakan Injil Yesus kepadanya” Kisah Para Rasul 834–35. Petikan tulisan suci yang dibaca oleh orang Etiopia itu terdapat dalam Yesaya 53 , sebuah nubuat indah tentang Juruselamat kita, Yesus Kristus. Anda mungkin ingin merujuksilangkan atau mengaitkan Kisah Para Rasul 832–33 dengan Yesaya 537–8 . Pekalah bahwa sebagian siswa mungkin tidak merasa mereka memiliki kemampuan untuk memahami tulisan suci atau menjelaskannya kepada orang lain. Yakinkan kembali siswa bahwa pemahaman mereka akan meningkat dengan berjalannya waktu dan upaya. Ingatkan mereka bahwa terkadang pengajaran yang paling efektif adalah sekadar berbagi bagaimana perasaan mereka mengenai sebuah petikan tulisan suci, karena Roh Kudus akan bersaksi tentang kebenaran dari perkataan mereka. Bayangkan bahwa Anda berada dalam posisi Filipus dan berkesempatan untuk berbagi kesaksian Anda tentang Yesus Kristus kepada seorang teman. Bacalah Yesaya 533–9 , mencermati apa yang Anda pikirkan dan rasakan tentang Juruselamat sewaktu Anda membaca. Beri cukup waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut dengan penuh pemikiran. Anda dapat mempertimbangkan untuk mengajak siswa memainkan peran berbagi dengan teman mereka, atau Anda dapat mengajak siswa yang bersedia untuk berbagi apa yang mereka tuliskan dengan anggota kelas. Apa yang Anda inginkan teman Anda ketahui, rasakan, atau pahami mengenai Yesus Kristus dari petikan ini? Mengapa? Bagaimana Anda dapat menggunakan apa yang Anda ketahui dan rasakan mengenai Yesus Kristus untuk mendorong teman Anda mengikuti Dia dengan lebih baik? Diperkuat melalui persiapan Karena upaya Filipus, orang Etiopia tersebut diinsafkan dan dibaptiskan lihat Kisah Para Rasul 836–38. Seperti Filipus, kita dapat mengilhami dan mendorong orang lain untuk mengikuti dan menjadi seperti Yesus Kristus. Penatua Ulisses Soares dari Kuorum Dua Belas Rasul mengajarkan bahwa persiapan pribadi kita dapat membantu kita mengilhami orang lain untuk mendekatkan diri kepada Allah GambarElder Ulisses Soares, Quorum of the Twelve Apostles official portrait. Ketika kita dengan tulus, dengan sepenuh hati, dengan mantap, dan dengan sungguh-sungguh berusaha mempelajari Injil Yesus Kristus serta mengajarkannya kepada satu sama lain dengan tujuan sejati dan di bawah pengaruh Roh, ajaran-ajaran ini dapat mengubah hati dan mengilhami hasrat untuk hidup sesuai dengan kebenaran-kebenaran dari Allah. Ulisses Soares, “Bagaimanakah Aku Dapat Mengerti?,” Ensign atau Liahona, Mei 2019, 8 Pertimbangkan untuk mengajak siswa menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut dalam jurnal penelaahan mereka. Jika waktu memungkinkan, ajaklah beberapa siswa yang bersedia untuk berbagi wawasan mereka dengan anggota kelas. Apa penyesuaian yang dapat Anda lakukan dalam penelaahan tulisan suci pribadi Anda yang akan mempersiapkan Anda untuk membantu orang lain datang kepada Kristus? Bagaimana perubahan ini dapat memperkuat keyakinan Anda dalam menggunakan tulisan suci? Bagian manakah dari penelaahan tulisan suci hari ini yang membantu Anda merasa lebih dekat dengan Bapa Surgawi dan Yesus Kristus? Menurut Anda mengapa bagian itu memengaruhi Anda dengan lebih dalam dibanding bagian yang lainnya? Ulasan dan Informasi Latar Belakang Kisah Para Rasul 827 . Apakah sida-sida itu? Sida-sida adalah pria yang dikebiri, yang melayani di tengah banyak masyarakat Timur Dekat dan Timur Tengah zaman dahulu. Mereka melayani sebagai prajurit, menjaga harem kerajaan, dan sering kali memegang jabatan yang dipercaya di lingkungan istana. Sida-sida Etiopia dalam Kisah Para Rasul 826–39 bertanggung jawab atas perbendaharaan di lingkungan istana Etiopia. Lihat Bible Dictionary, “ Eunuch, ” atau KBBI, “Sida-Sida” Seorang pemelajar yang setia dapat menjadi guru yang diilhami Penatua Ulisses Soares dari Kuorum Dua Belas Rasul mengajarkan GambarElder Ulisses Soares, Quorum of the Twelve Apostles official portrait. Dalam konteks pemelajaran dan pengajaran Injil, kita terkadang seperti orang Etiopia itu—kita membutuhkan bantuan guru yang setia dan terilhami, dan terkadang kita seperti Filipus—kita perlu mengajar dan memperkuat orang lain dalam keinsafan mereka. Ulisses Soares, “Bagaimanakah Aku Dapat Mengerti?,” Ensign atau Liahona, Mei 2019, 6 Kegiatan Pemelajaran Tambahan Video—“Hallelujah” Jika waktu memungkinkan, setelah siswa membaca Yesaya 533–9 , Anda mungkin ingin menayangkan video “Hallelujah—An Easter Message about Jesus Christ” 0159, tersedia di Video ini menunjukkan orang-orang membaca bagian-bagian dari ayat-ayat ini dari Yesaya dan bersaksi tentang Yesus Kristus. Filipus menanggapi dorongan Roh Tinjaulah Kisah Para Rasul 826–35 , dan ajaklah siswa untuk mengidentifikasi frasa yang menunjukkan bagaimana Filipus tahu apa yang Tuhan ingin dia lakukan dan bagaimana Filipus menanggapinya Bagikan pernyataan berikut, mengajak siswa mempertimbangkan mengapa menanggapi dorongan-dorongan rohani bisa menjadi begitu esensial. Penatua Ronald A. Rasband dari Kuorum Dua Belas Rasul menceritakan sebuah kisah tentang mengikuti dorongan rohani saat melayani misi GambarOfficial Portrait as of June 2016 of Elder Ronald A. Rasband of the Quorum of the Twelve Apostles. Suatu pagi di bulan Juli yang panas, rekan saya dan saya merasa terdorong untuk menanggapi sebuah referal Taman Bait Suci. Kami mengetuk pintu rumah Elwood Schaffer. Ny. Schaffer dengan sopan menolak kami. Sewaktu dia mulai menutup pintu, saya merasa ingin melakukan sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya, dan tidak pernah saya lakukan lagi sesudahnya! Saya mengganjal pintu dengan kaki saya, dan bertanya, “Adakah orang lain yang mungkin tertarik dengan pesan kami?” Putrinya yang berusia 16 tahun, Marti, sebenarnya tertarik dan sudah berdoa dengan sungguh-sungguh memohon bimbingan sehari sebelumnya. Marti bertemu dengan kami, dan akhirnya ibunya juga bergabung dalam pembahasan-pembahasan kami. Keduanya bergabung dengan Gereja. Hasil dari pembaptisan Marti, 136 orang, termasuk banyak dari anggota keluarganya sendiri, telah dibaptiskan dan membuat perjanjian Injil. Betapa bersyukurnya saya bahwa saya mendengarkan Roh dan mengganjalkan kaki saya di pintu rumah pada hari bulan Juli yang panas itu. Ronald A. Rasband, “Biar Roh Kudus Membimbing,” Ensign atau Liahona, Mei 2017, 94 Bagaimana Penatua Rasband menanggapi dorongan Roh? Apa yang terjadi sebagai akibatnya? Kapan Anda telah menanggapi dorongan Roh? Apa yang terjadi? Bagaimana Anda dapat lebih memerhatikan dorongan-dorongan Roh? Bagaimana membuat perubahan itu dapat membantu Anda berbagi Injil dengan lebih percaya diri dengan orang lain? Renungkan dengan siapa Tuhan mungkin ingin Anda bertemu, berteman, atau berbagi Injil. Gagasan Pelajaran Alternatif Jika siswa akan memperoleh manfaat dari belajar mengenai hasrat Simon untuk membeli kuasa imamat di Kisah Para Rasul 85–24 , pertimbangkan untuk berbagi gagasan yang terdapat di “Hati kita perlu lurus di hadapan Allah’” di “10–16 Juli. Kisah Para Rasul 6–9 Apa yang Engkau Kehendaki Aku Perbuat?’” dalam Ikutlah Aku—Untuk Sekolah Minggu Perjanjian Baru 2023.